WASPADA ANCAMAN BANJIR DI KAB TUBAN

10 01 2009

Hujan mulai turun sejak pertengahan Oktober kemarin. Debet air bengawan solo mulai meningkat. Ini terbukti dengan adanya berita bahwa tiga truk penambang pasir di desa Mojoagung, Kecamatan Soko, Kabupaten Tuban terjebak air saat akan mengambil pasir dan harus diangkat dengan ditarik ratusan orang dengan tali. Karenanya, masyarakat di sepanjang Daerah Aliran Sungai (DAS) Bengawan Solo harus mewaspadai ancaman banjir karena bertambahnya debet air akibat curah hujan yang meningkat.

Kita tentu masih ingat, menjelang tahun baru 2008, tepatnya pada tanggal 29 Desember 2007, terjadi banjir besar di kabupaten Tuban. Banjir yang terjadi akibat luapan air bengawan Solo ini di kab Tuban mengenai 5 kecamatan, di 35 desa. Lima kecamatan di tepi bengawan Solo yang terkena dampak banjir itu adalah Rengel, Soko, Parengan, Plumpang dan Widang. Yang terparah diantaranya adalah kecamatan Widang. Empat belas desa terkena banjir diantara 16 desa di wilayah ini. Ini merupakan banjir terbesar setelah tahun 1993 – 1994.

Menengok kejadian banjir kemarin, kita harus mempersiapkan diri dan mewaspadai banjir. Penyebab tanggul bengawan yang lemah dan mudah diterobos air, perlu segera ditindaklanjuti oleh pemerintah. Ini hal yang utama dan mendesak. Beberapa titik rawan tanggul yang lemah disepanjang DAS telah teridentifikasi lagi. Antara lain 25 meter tanggul bengawan Solo di desa Kedungharjo kecamatan Widang dilaporkan ambles sedalam 1,5 meter. Karenanya, kinerja dan gerak cepat pemerintah baik pusat maupun daerah sangat ditunggu masyarakat.

Bagi masyarakat, ada beberapa kiat dan tips menghadapi banjir.

a. Lakukan kerja bakti ; memperbaiki tanggul, membersihkan saluran air, lakukann gerakan 3 M (Menguras, Menutup, Mengubur) , dll. Pemerintah tidak bisa sendirian. Tanpa dukungan masyarakat tiada hal positif yang bisa dilaksanakan. Kita bisa karena bersama.

b. Lakukan penghijauan : di tepi tanggul dengan tumbuhan keras dan penahan longsor. Galakkan penghijauan untuk menahan banjir dan panas bumi (global warming) mulai sekarang. Kita tahu, daun pohon adalah penyejuk udara (baca : AC) terbaik alami. Dan akar tanaman keras, adalah penahan longsor yang murah dan terkuat.

c. Lakukan hidup bersih dan sehat. Perilaku yang bersih seperti menata kotoran hewan ternak, penggunaan WC dan SPAL (saluran pembuangan Air Limbah).

d. Sayangi air, dengan cara hematlah pemakaian air bersih, jangan buang sampah di saluran air/bengawan. Sediakan bak penampungan air bersih. Buat lubang biosphore, caranya buat lubang sedalam 1 meter diameter 10-20 cm, isi dengan daun-daunan. Ini berfungsi sebagai tandon air sekaligus penghasil kompos alami. Air adalah sumber kehidupan. Kalau bukan kita yang menyayangi air, siapa yang akan peduli dengan kehidupan kita?

e. Persiapan saat keadaan banjir : perahu, tempat lokasi evakuasi di dataran yang lebih tinggi, koordinasi lintas sector, amankan barang – barang yang berharga, matikan peralatan listrik, dirikan pos kesehatan.

f. Pasca Banjir : bersihkan tempat tinggal dan lingkungan, Kaporitisasi sumur gali, perbaikan jamban dan spal.





Pemanasan Global : Tanda Kiamat Sudah Dekat

10 01 2009

Oleh : dr. Abdul Rochman

Maka tidaklah yang mereka tunggu-tunggu melainkan Hari Kiamat (yaitu) kedatangannya kepada mereka dengan tiba-tiba, karena sesungguhnya telah datang tanda-tandanya. Maka apakah faedahnya bagi mereka kesadaran mereka itu apabila Hari Kiamat sudah datang? (Q.s. Muhammad: 18).

Harian kompas dalam situsnya, www.kompas.com memberitakan bahwa bahaya sedang mengancam umat manusia. Dalam beritanya dikatakan satelit Envisat milik badan antariksa Eropa merekam pecahnya beting es Antartika di Kutub Selatan, akhir Mei lalu. Ini adalah rekaman peristiwa kedua tahun ini dan rekaman pertama pecahnya lapisan es dalam ukuran besar di musim dingin.
Retakan terjadi pada 30-31 Mei 2008 di beting es Wilkins yang menghubungkan pulau es Charcot dan Latedy. Wilkins adalah pulau es raksasa di kawasan Semenanjung Antartika yang berada di sebelah selatan Amerika Selatan. Luas es yang pecah di kawasan tersebut mencapai 160 kilometer persegi. Luas es ini kira-kira sepertiga kota Jakarta.
Luas es yang pecah kali ini masih lebih kecil daripada peristiwa sebelumnya, yang terjadi pada Februari 2008 seluas 400 kilometer persegi. Namun, kejadian kali ini mengejutkan karena terjadi pada musim dingin. Selain itu, para ilmuwan yang memonitor khawatir kejadian tersebut masih belum berhenti.
Dalam situs ini juga, yang dikutip dari Kantor Berita Antara, diberitakan bahwa ada sebuah danau terbesar di asia dan terdalam di dunia yang airnya “mendidih”. Danau Baikal, di Siberia, Rusia. Suhu rata-rata Danau Baikal mengalami kenaikan lebih cepat daripada kenaikan rata-rata suhu udara di dunia selama 60 tahun terakhir. Hal tersebut menyebabkan nasib hewan-hewan unik yang hidup di perairan tersebut dalam keadaan terancam punah.
Kenaikan suhu di danau tersebut mencapai 1,21 derajat Celcius sejak 1946 akibat perubahan iklim atau hampir tiga kali lebih cepat daripada kenaikan suhu udara global. Hal tersebut dikatakan Marianne More, seorang profesor di Wellesley College di Massachusetts, AS, salah satu penulis dari karya tulis ilmiah yang akan dipublikasikan dalam jurnal “Global Change Biology” edisi Mei 2008.
Dua kabar buruk tersebut, merupakan bukti dari dampak pemanasan global. Dampak ini dapat jauh lebih mengerikan akibatnya daripada Perang Nuklir, bahkan kemungkinan terjadi kehancuran dunia, (baca : KIAMAT) karena pemanasan global jauh lebih realistis daripada perang Nuklir” hal inilah yang diutarakan oleh sang fisikawan agung Stephen Hawking sang pencetus teori Dentuman Besar. (Sumber Science Daily akhir Januari 2007).
Sedangkan menurut James Lovelock, pendiri dari Greenpeace keadaan dunia sekarang ini sudah mirip seperti juga motor boat yang mesinnya tiba-tiba mati saat berada di ujung air terjun. Jadi sudah terlambat dan tak ada yang bisa diperbaiki lagi. Kita sudah berada di ujung maut, satu-satunya yang masih bisa dilakukan oleh umat manusia sekarang ini; hanya berusaha untuk memperlambat terjadinya kiamat ini!
Hal ini sama seperti pasien yang sudah di vonis mati oleh sang Dokter, karena penyakit kanker stadium empat. Tinggal menunggu keajaiban.
Berdasarkan laporan yang berjudul “Climates Change 2007″ dari “Panel Antar pemerintah tentang Perubahan Iklim” (IPCC) yang dianggotai lebih dari 600 penulis ilmuwan daripada 40 negara. Mereka memprediksikan:
Perubahan cuaca pada abad ke 21 ini akan jauh lebih mengerikan dari pada abad ke 20. Diperkirakan pada tahun 2100 setengahnya dari spesies manusia akan musnah. Bencana alam seperti Banjir, Tsunami, Gempa, Badai akan menjadi suguhan alam secara rutin bahkan dalam setahun bisa terjadi berkali-kali. Kemungkinan kenaikan suhu sampai 6,4 C yang mengakibatkan mencairnya es maupun glasier, sehingga akhirnya kutub utara pun akan menghilang dengan sendirinya.
Jadi ramalan tentang kiamat ini bukannya berdasarkan Wahyu para Nabi di Alkitab saja melainkan sudah menjadi ramalan nyata dari para saintis dan ilmuwan sedunia. Hal inilah yang menyebabkan para politikus sedunia pada saat sekarang ini seperti juga kabakaran jenggot. Misalnya PBB yang pada awalnya hanya memikirkan masalah perang di dunia ini, sekarang sudah merubah program kerjanya dimana iklim cuaca dunia telah menjadi priotitas utama. Presiden Jacques Chirac dari Perancis maupun Kanslir Jerman Angela Merkel telah menjadi Nabi sang penabuh trompet untuk memperingatkan kepada seluruh politikus di dunia ini agar segera berusaha memperbaiki iklim suhu pemanasan global ini.

Banjir di Tuban

Banjir di Tuban

Berbicara tentang hari kiamat, di dalam kitab suci telah memberitahukan akhir dunia ini. Al-Qur’an menggambarkan terperinci mengenai proses kejadian tersebut: “Apabila langit terbelah,” “Ketika lautan dijadikan meluap,” “Tatkala gunung-gunung beterbangan,” “Apabila matahari digulung …” kengerian dan kepanikan yang dialami oleh orang-orang ketika bencana yang mengerikan itu terjadi diceritakan secara rinci di dalam al-Qur’an. Lihatlah lubang ozon dilangit kita semakin lebar. Lautan mulai meluap akibat mencairnya kutub utara. Bencana alam, gempa dan gunung meletus semakin sering terjadi. Melihat dan merasakan fenomena pemanasan global yang terjadi pada masa sekarang ini. Bukankah sudah jelas, kiamat sudah dekat?
Penyebab utama dari kenaikan iklim suhu di bumi ini adalah manusia, karena ketamakannya yang terus-menerus yang mengeksploitasi alam dengan alasan perbaikan ekonomi untuk mengurangi kemiskinan. Hanya sayangnya hal kebalikannyalah yang terjadi dimana barisan kemiskinan semakin diperpanjang dan rantai kegagalan pembangunan semakin diperbesar.

Sang Pencipta menciptakan hujan sebagai air mata dan keringat alam untuk dijadikan penyejuk hidup bagi manusia, embun yang menyegarkan bagi setiap rumput dan tanaman yang dapat menghidupkan semua ciptaan-Nya. Tetapi karena ulah manusia inilah yang akhirnya merubah menjadi banjir yang meresahkan, menghancurkan bahkan mematikan hasil Ciptaan-Nya.
Kita telah dipercayakan untuk mengelola bumi ini oleh Sang Pencipta, tetapi kenyataannya kita bukannya mengelola bahkan memusnahkan hasil ciptaan-Nya. Sejak manusia diciptakan, belum pernah ada generasi manusia yang mempunyai wewenang maupun kemampuan untuk menghancurkan bumi ini seperti generasi manusia di abad sekarang ini.

Bahan Bacaan :
www.pakdenono.com
Harun Yahya. ebook Tanda-tanda Hari Kiamat.
www.kompas.com
www.algore.com
www.wwf.com
www.walhi.com
www.greenpeace.com





ALHAMDULILLAH BERKAT SEDEKAH ANAK SEMBUH DARI SAKIT

10 01 2009

pengirim : Anonymous

Kejadiannya pada saat anak kami berumur 1 th waktu itu mengalami sakit buang-buang air yang sangat hebat sampai berat badannya turun 2kg pada mulanya kami anggap itu biasa tapi sudah hampir 3 hari tidak kunjung sembuh, kami sudah ikhtiar dgn membawanya ke klinik terdekat tetapi belum ada kemajuan.Karena kondisi anak yang kian melemah maka kami memutuskan membawanya ke rumah sakit alhasil keputusan dokter anak kami harus segera diopname tetapi kami menolak karena faktor keuangan setelah itu kami membawanya kembali kerumah dengan membawa 3 botol cairan yang diberikan dokter untuk diminumkan ke anak, tetapi belum juga ada kemajuan yang berarti. Akhirnya kami teringat tausiyah Ust yusuf Mansur tentang keajaiban sedekah, lalu kami memberikan sedekah kepada salah satu tetangga kami yang memang kondisi ekonominya jauh dibawah kami dan apa yang terjadi Alhamdulillah pada hari itu juga anak kami sembuh.





Sedekahlah

10 01 2009

Jika Allah menolong kamu, maka tak adalah orang yang dapat mengalahkan kamu; jika Allah membiarkan kamu (tidak memberi pertolongan), maka siapakah gerangan yang dapat menolong kamu (selain) dari Allah sesudah itu? Karena itu hendaklah kepada Allah saja orang-orang mu`min bertawakkal.
(QS. 3 : 160)

Tidak ada kebaikan pada kebanyakan bisikan bisikan mereka, kecuali bisikan-bisikan dari orang yang menyuruh (manusia) memberi sedekah, atau berbuat ma`ruf, atau mengadakan perdamaian di antara manusia. Dan barangsiapa yang berbuat demikian karena mencari keredhaan Allah, maka kelak Kami memberi kepadanya pahala yang besar.
(QS. 4 : 114)

Barang siapa yang mendorong perbuatan baik, niscaya ia akan memperoleh bagian pahala dari padanya. Barang siapa yang mendorong perbuatan buruk,
niscaya ia pun akan memperoleh bagian dosanya. Dan Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu.
(QS. 4 : 85)

Tidak akan pernah berkurang harta seseorang yang disedekahkan,
kecuali ia malahan bertambah, bertambah dan bertambah
(al Hadist)








Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.