Hujan mulai turun sejak pertengahan Oktober kemarin. Debet air bengawan solo mulai meningkat. Ini terbukti dengan adanya berita bahwa tiga truk penambang pasir di desa Mojoagung, Kecamatan Soko, Kabupaten Tuban terjebak air saat akan mengambil pasir dan harus diangkat dengan ditarik ratusan orang dengan tali. Karenanya, masyarakat di sepanjang Daerah Aliran Sungai (DAS) Bengawan Solo harus mewaspadai ancaman banjir karena bertambahnya debet air akibat curah hujan yang meningkat.
Kita tentu masih ingat, menjelang tahun baru 2008, tepatnya pada tanggal 29 Desember 2007, terjadi banjir besar di kabupaten Tuban. Banjir yang terjadi akibat luapan air bengawan Solo ini di kab Tuban mengenai 5 kecamatan, di 35 desa. Lima kecamatan di tepi bengawan Solo yang terkena dampak banjir itu adalah Rengel, Soko, Parengan, Plumpang dan Widang. Yang terparah diantaranya adalah kecamatan Widang. Empat belas desa terkena banjir diantara 16 desa di wilayah ini. Ini merupakan banjir terbesar setelah tahun 1993 – 1994.
Menengok kejadian banjir kemarin, kita harus mempersiapkan diri dan mewaspadai banjir. Penyebab tanggul bengawan yang lemah dan mudah diterobos air, perlu segera ditindaklanjuti oleh pemerintah. Ini hal yang utama dan mendesak. Beberapa titik rawan tanggul yang lemah disepanjang DAS telah teridentifikasi lagi. Antara lain 25 meter tanggul bengawan Solo di desa Kedungharjo kecamatan Widang dilaporkan ambles sedalam 1,5 meter. Karenanya, kinerja dan gerak cepat pemerintah baik pusat maupun daerah sangat ditunggu masyarakat.
Bagi masyarakat, ada beberapa kiat dan tips menghadapi banjir.
a. Lakukan kerja bakti ; memperbaiki tanggul, membersihkan saluran air, lakukann gerakan 3 M (Menguras, Menutup, Mengubur) , dll. Pemerintah tidak bisa sendirian. Tanpa dukungan masyarakat tiada hal positif yang bisa dilaksanakan. Kita bisa karena bersama.
b. Lakukan penghijauan : di tepi tanggul dengan tumbuhan keras dan penahan longsor. Galakkan penghijauan untuk menahan banjir dan panas bumi (global warming) mulai sekarang. Kita tahu, daun pohon adalah penyejuk udara (baca : AC) terbaik alami. Dan akar tanaman keras, adalah penahan longsor yang murah dan terkuat.
c. Lakukan hidup bersih dan sehat. Perilaku yang bersih seperti menata kotoran hewan ternak, penggunaan WC dan SPAL (saluran pembuangan Air Limbah).
d. Sayangi air, dengan cara hematlah pemakaian air bersih, jangan buang sampah di saluran air/bengawan. Sediakan bak penampungan air bersih. Buat lubang biosphore, caranya buat lubang sedalam 1 meter diameter 10-20 cm, isi dengan daun-daunan. Ini berfungsi sebagai tandon air sekaligus penghasil kompos alami. Air adalah sumber kehidupan. Kalau bukan kita yang menyayangi air, siapa yang akan peduli dengan kehidupan kita?
e. Persiapan saat keadaan banjir : perahu, tempat lokasi evakuasi di dataran yang lebih tinggi, koordinasi lintas sector, amankan barang – barang yang berharga, matikan peralatan listrik, dirikan pos kesehatan.
f. Pasca Banjir : bersihkan tempat tinggal dan lingkungan, Kaporitisasi sumur gali, perbaikan jamban dan spal.

Komentar Sejawat